Selasa, 09 September 2014



Juita Angriani mahasiswa
Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Pertanan Bogor

Kuliah Perilaku Konsumen  IKK233  Sep 2014-Jan 2015
Department of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology Bogor Agricultural University IPB
 
Dosen:
Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc
Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. MD Djamaluddin, MSc
Ir. Retnaningsih, MS

Text Book:
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia


 


Perilaku konsumen adalah semua kegiatan , tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevalusi. Jenis-Jenis konsumen terdiri dari konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu akan membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri, anggota keluarga, atau mungkin untuk hadiah, sedangkan konsumen organisasi meliputi organisasi yayasan , bisnis, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya , dimana mereka harus membeli produk peralatan atau jas-jasa lainnya untuk menjalankanseluruh kegiatan organisasinya.
Disiplin perilaku konsumen adalah salah satu cabang dari ilmu sosial, ia memanfaatkan metode riset yang berasal dari disiplin psikologi, sosiologi, ekonomi, dan antropologi dalam meneliti perilaku manusia sebagai konsumen. Riset perilaku konsumen terdiri dari tiga perspektif: perspektif pengambilan keputusan, perspektif eksperiensial (pengalaman), perspektif pengaruh perilaku.  Ketiga perspektif ini sangat mempengaruhi cara berfikir dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Perspektif pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa konsumen memiliki masalah dan melakukan proses penngambilan keputusan rasional untuk memecahkan masalah tersebut. Perspektif eksperiensial (pengalaman) mengemukakan bahwa konsumen sering kali mengambil keputusan membeli suatu produk tidakselalu berdasarka proses keputusan rasionaluntuk memecahkan masalah yang mereka hadapi. Konsumen sering kali membeli suatu produk karena alasan untuk kegembiraan, fantasi, ataupun emosi yang diingunkan. Perspektif pengaruh behavioral menyatakan bahwa seorang konsumenmembeli suatu produk sering kali bukan karenaalasan rasional maupun emosionalyang berasal dari dalam dirinya. Perilaku konsumen dalam perspektif ini menyaakan bahwa perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor luar seperti program pemasaran yang dilakukan oleh produsen, faktor budaya, faktor lingkungan fisik, faktor ekonomi dan undang-undang, serta pengaruh linkungan yang kuat membuat konsumen melakukan pembelian.
Konsumen akan melakukan tiga macam perilaku yang terkait dengan barang, jasa, pengalaman, dan ide yaitu: Bagaimana ia mendapatkannya? Bagaimana ia mengkonsumsinya? Bagaimana ia menghilangkansisa konsumsi atau bagian yag tidak dikonsumsinya?
Ada beberapa alasan mengapa perilaku konsumen dipelajari, pertama adalah kepentingan pemasaran, kedua adalahkepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen, ketiga adalah untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undangperlindungan konsumen.